Jiran Tetangga

Friday, October 19, 2012

Sembuhkan DIA


Terkedu aku melihat
tanpa segan
DIA menitiskan air mata di depan berpuluh puluh mata yang melihat
DIA tersedu menangis hingga tidak terkira kalimah suci itu disebutnya
ALLAH ALLAH ALLAH 
ALLAHHUAKHBAR ALLAHHUAKHBAR
tidak henti henti bibirnya mengucap takbir, zikir dan kalimah syahadah
tidak henti henti DIA menarik nafas kesakitan

Aku lihat
Menitis hiba air mata seorang lelaki
tanpa dapat dikawal tanpa memikirkan air muka
tanda DIA terlalu azab dan perit
hingga tidak tertanggung nyawa
DIA terlalu sakit
terlalu perit
dan tidak tergambar azab yang dirasanya bila DIA berkeluh kesah
dahinya berkerut seribu
menahan kesakitan

DIA memegang pinggangnya seolah olah terdapat satu tusukan menembusi badannya
DIA teguh berdiri terus menulis terus berusaha untuk mengajar
Tergambar jelas aku lihat
tangannya menggigil menahan sakit
Riak wajahnya berpeluh menahan seksa
aku melihat dahinya berurat tegang
telinganya bertukar kemerahan
wajahnya basah dengan peluh menitis
langkah kakinya tiada kudrat mengiringi

Tepat pada peralihan hari
Antara pertukaran siang ke malam
detik senja menjelma
DIA mula berkerut seribu
DIA mula mendengus kesakitan
DIA mula merasa ketakutan
dan DIA mula mengungkapkan bicara kematian

Badannya dipaku, kepalanya dipasak kukuh, badannya dibakar melecur
panas tidak terjangkau dek akal


tidak terdaya untuk aku kalihkan pandangan
mataku melihat tegar
setiap detik
langsung tidak berganjak
Melihat DIA diazab
melihat DIA menitiskan air mata

Bicara dari bibirnya
yang sehingga saat ini mendebarkan aku
terpahat kukuh dalam ingatan aku
satu persatu butir kalimat bicaranya

'Saya akan berjuang hingga ke titisan darah terakhir, kalau pilihan yang saya ada adalah bertongkat dan berkerusi roda saya tetap akan datang kepada kamu sehingga akhir 11 hari bulan 11.Saya tetap akan berjuang untuk memikul amanah ini supaya pada hari tersebut kamu tersenyum lega'
'Saya berjuang dengan maut dan malam yang menakutkan bagi saya sudah menjelma'
'belajarlah betul-betul berjuang pada tempoh itu sehingga kamu dapat masuk ke universiti'

Aku mendengar dengan pedih perit dan..
Ya,
tidak ada penafian dan penipuan mahupun ego
Air mata ini menitis menyebut namanya
berdetak hati seakan akan mahu gugur
bila DIA acap kali menyebut tentang mati
tentang ketiadaannnya dan tentang pemergiannya
Nota yang diberi
DIA umpamakan sebagai peneman
penyuluh jalan dan nota itu adalah dirinya
peneman yang bakal bersama memberi kekuatan
sehingga saat aku melangkahkan kaki masuk ke dewan peperiksaan

Ya Allah,
Aku pinta padamu
sembuhkan lah sakit DIA, hilangkan lah kesepian DIA, buangkan lah kepedihan jiwa DIA
Sesungguhnya
di belakang DIA
ada berpuluh ribu tangan yang menadah mahukan ilmunya
Ada beratus hati yang mengharap untuk mendegar butir bicara ilmunya
ada berpuluh jari yang  mengangkat berdoa tentangnya

dan ada berjuta juta khalifah di bumi ini
yang berjaya atas jasa tangannya yang tegar menulis
mendapat ilham atas setiap butir bicaranya
mendapat kesedaran atas setiap tegurannya
mendapat kesenangan atas perjuangnnya
mendapat keinsafan atas perit lelahnya dirinya
dan mendapat penghormatan atas segala jasa bakti ilmu yang pernah diberi olehnya

ya,
DIA guru yang paling terhormat
guru yang paling istimewa pernah aku kenali
guru yang tidak henti aku kagumi
guru yang aku sering ucapkan dalam bicara doa harianku

Aku berharap agar keajaiban itu ada
aku mahukan 
DIA terus tabah cekal dan percaya pada ZAT ALLAH
hanya ZAT ALLAH yang boleh mematikan sihir laknat jahannam!





No comments: